Resiko Terlalu Sering Minum Antibiotik

By - 12/04/2017

Resiko Terlalu Sering Minum Antibiotik – Semasa kita hidup, kita pasti pernah menderita penyakit seperti pilek, sakit tenggorokan dan infeksi virus yang coba kita obati dengan antibiotik. Dalam banyak kesempatan, kita menemui dokter dan diberikan obat ini. Namun, antibiotik tidak selalu menjadi pilihan terbaik.

bahaya dan resiko terlalu sering mengonsumsi antibiotik

Image: annida-online.com

Kemungkinan efek sampingnya

Antibiotik pertama kali digunakan pada tahun 1940 dan merupakan salah satu kemajuan medis terbesar pada saat itu. Namun, penggunaan antibiotik yang berlebihan bisa membuat bakteri bertambah kuat di tubuh.

Faktor penting lain yang perlu dipertimbangkan adalah efek samping yang dihasilkannya. Misalnya, jika anak-anak minum antibiotik, kemungkinan mereka terkena efek samping seperti sakit perut dan diare. Dan juga mungkin anak-anak alergi terhadap obat ini.

Virus dan bakteri

Ada dua jenis kuman yang bisa mempengaruhi kesehatan kita yaitu bakteri dan virus. Kedua mikroorganisme tersebut memiliki gejala yang sama dan berkembang biak dengan cara yang serupa.

Baca juga: Cara Sehat Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Bakteri

Bakteri adalah mikroorganisme hidup yang ada secara mandiri sebagai sel. Mereka dapat ditemukan dimanapun dan tidak selalu berbahaya bagi tubuh kita. Salah satu jenis bakteri bermanfaat disebut lactobacillus, yang hidup di usus dan membantu kita mencerna makanan.

Namun, ada juga bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit dengan menyerang tubuh manusia. Dalam hal ini, meminum antibiotik sangat efektif karena mencegah mikroorganisme tumbuh dan berkembang.

Virus

Virus tidak dapat hidup tanpa sel yang dihinggapinya. Virus sebenarnya adalah partikel bahan genetik yang dibungkus lapisan protein tipis. Pertumbuhan dan reproduksi virus hanya terjadi setelah mereka menyerang sel hidup.

Sistem kekebalan tubuh kita bisa melawan beberapa virus sebelum mereka mempengaruhi tubuh dan penggunaan antibiotik tidak efektif untuk melawan virus.

Penggunaan antibiotik yang berbahaya

Meminum antibiotik saat anda menderita flu atau menderita penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus tidak ada gunanya. Tidak hanya itu, antibiotik juga bisa berdampak negatif terhadap kesehatan anda di masa depan. Misalnya, antibiotik meningkatkan perkembangan bakteri menjadi lebih kuat.

Lebih khusus lagi, penggunaan obat yang terlalu sering dan tidak tepat dapat membuat bakteri atau mikroba lainnya bermutasi dan beradaptasi. Hal ini membuat obat antibiotik tidak lagi berguna untuk melawan mereka.

Ini disebut “resistensi bakteri”. Bila ini terjadi, dosis obat kuat atau antibiotik yang lebih tinggi akan dibutuhkan untuk melawan bakteri resisten ini. Selain resistensi bakteri, penyalahgunaan antibiotik bisa menimbulkan masalah lain.

Antibiotik bisa membunuh banyak bakteri, baik yang buruk maupun yang baik. Artinya antibiotik malah menyingkirkan bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Meminum obat ini bisa menyebabkan seseorang terkena diare karena kekurangan bakteri bermanfaat yang membantu mencerna makanan dengan baik.

Cari obat pengganti antibiotik

Semakin banyak antibiotik yang kita gunakan untuk mengobati penyakit sederhana seperti pilek, flu atau infeksi virus lainnya, semakin tidak berguna obat tersebut untuk melawan bakteri yang semakin kuat. Konsekuensinya adalah anda lebih sering ke dokter untuk mengobati penyakit anda.

Baca juga: Mencegah Penyakit Kulit dengan Usus yang Sehat

Lalu, kapan waktu yang tepat meminumnya?

Anda hanya boleh minum antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri. Jika anda memiliki infeksi ringan, terutama yang disebabkan oleh virus, biarkanlah sistem kekebalan di tubuh anda yang mengobatinya. Inilah cara mencegah perkembangan kuman menjadi kebal terhadap antibiotik. Dan menjadi pertimbangan dokter untuk membuat keputusan apakah penyakit anda ringan atau tidak.

Dapatkan saran medis. Terkadang, tidak cukup pergi ke dokter dan melakukan perawatan. Penting untuk mengumpulkan informasi dari dokter tentang apakah penyakit yang anda alami penyebabnya bakteri atau virus.

Antibiotik sisa

Bukanlah ide bagus untuk menggunakan antibiotik sisa yang masih ada di rumah anda, atau menggunakan obat yang diresepkan untuk orang lain, baik itu anak kecil atau orang dewasa. Sisa pil antibiotik harus dibuang sesegera mungkin, terutama setelah kondisi anda sudah membaik dan menyelesaikan perawatan anda.

Share is caring!