Lipedema, Penyakit Serius yang Perlu Anda Tahu

By - 02/03/2017

Lipedema, Penyakit Serius yang Perlu Anda Tahu – Lipedema (juga dikenal sebagai “sindrom lemak yang menimbulkan rasa nyeri”) adalah penyakit kronis yang pada dasarnya menyerang wanita. Hal ini ditandai dengan akumulasi jaringan lemak yang tidak proporsional di sekitar pinggul.

lipidema, penyakit yang masih belum ada obatnya

Image: obat.dokterandro.com

Tidak seperti cellulitis, lipedema bahkan bisa mencapai betis dan pergelangan kaki. Sindrom ini disertai dengan rasa sakit yang luar biasa.

Penderita penyakit ini merasakan dampak psikologis yang ditimbulkannya. Tiba-tiba dan tanpa sebab yang jelas, mereka melihat ukuran pinggul dan kaki mereka membesar sehingga membatasi pergerakan mereka.

Perlu diketahui lipedema ini bukan masalah yang sederhana seperti obesitas. Penyakit ini tidak ada kaitannya dengan kebiasaan diet dan gaya hidup pasien dan juga tidak ada kaitannya dengan akumulasi lemak yang berlebihan. Ini adalah penyakit genetik yang menyebabkan penderitaan secara fisik.

Lipedema jarang terjadi pada pria, namun dalam beberapa kasus yang diketahui pria yang menderita lipedema ditandai dengan akumulasi lemak yang berlebihan di wajah.

Baca juga: 8 Tips Sederhana untuk Meratakan Perut

Dalam artikel ini kami ingin memberikan beberapa penjelasan kepada semua orang yang menderita karena lipedema.

Berikut cerita Sara yang menderita lipedema setelah melahirkan.

Sara berumur 29 tahun dan hidupnya normal sampai dia melahirkan. Setelah melahirkan dan merawat bayinya, dia mulai mengikuti diet ketat untuk menurunkan kelebihan berat badan yang didapatnya selama kehamilan.

Namun, setelah beberapa bulan tubuhnya mulai mengalami sesuatu yang tidak biasa. Pinggang, badan dan lengannya menjadi lebih ramping dan kembali ke bentuk aslinya. Namun, pinggul dan kakinya tidak berhenti menyimpan banyak lemak.

Setelah satu setengah tahun, dia hampir tidak bisa berjalan dan terpaksa menggunakan kursi roda. Tidak butuh waktu lama dokter mendiagnosisnya terserang lipedema, penyakit yang belum pernah didengar Sara. Hidupnya pun berubah 180 derajat.

Sayangnya, pilihan untuk perawatan penyakit ini terbatas dan satu-satunya pengobatan yang dapat ia lakukan adalah dengan menggunakan pakaian kompresi dan olahraga ringan. Alternatif lain yang bisa dia lakukan adalah sedot lemak. Namun, dia tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk sedot lemak.

Meskipun melakukan sedot lemak, dokter mengatakan lipedema akan kembali lagi, kaki dan pinggulnya akan kembali menyimpan lemak. Sekarang Sara sadar dia memerlukan bantuan untuk merawat bayinya.

Lalu, apa yang menyebabkan lipedema?

Aneh rasanya, tidak banyak penelitian yang jelas dan obyektif tentang penyebab lipedema dan akumulasi lemak yang berlebihan di kaki, lengan (atau wajah, dalam kasus pria) ini. Diduga ada penyebab genetik dan juga faktor metabolisme, inflamasi dan hormonal mungkin memiliki pengaruh.

Apa gejalanya?

Akumulasi lemak yang abnormal dapat dimulai pada masa pubertas, setelah kehamilan atau bahkan selama menopause.

Hal pertama yang dirasakan oleh penderita penyakit ini adalah:

  • Nyeri pada jaringan lunak saat beristirahat, berjalan atau saat disentuh
  • Akumulasi lemak lipedemik mendadak, mulai dari pinggang hingga lutut atau pergelangan kaki
  • Namun, bagian kaki setelah mata kaki tidak mengalami perubahan
  • Lemak terakumulasi dalam kantong kecil yang memberi tekanan pada sendi sampai titik yang tidak mungkin penderita berjalan normal
  • Kulit kehilangan elastisitasnya
  • Muncul memar dan bengkak

Beberapa bulan setelah mengalami tahap pertama ini, penderita akan merasakan hal berikut:

  • Rasa nyeri yang terus-menerus
  • Kelelahan
  • Kulit kehilangan elastisitasnya
  • Sulit bergerak. Ditambah masalah bentuk tubuh, gejala ini menyebabkan perasaan kesal, marah dan sedih sampai-sampai depresi

Baca juga: 4 Manfaat Psikologis dari Jalan Kaki

Apakah ada perawatan untuk lipedema?

Seperti yang telah kami sebutkan, lipedema tidak ada hubungannya dengan pola makan yang buruk atau kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat. Ini adalah penyakit kronis, langka dan sulit disembuhkan. Dengan demikian, pengobatan pendekatan harus luas dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, tanpa mengecualikan aspek psikologis tentunya.

Diet dan pengobatan dengan berpuasa tidak memecahkan masalah lipedema. Juga tidak ada pengobatan farmasi khusus yang bisa mengatasi kecenderungan menumpuknya lemak ini.

Perawatan yang paling umum digunakan adalah sebagai berikut:

  • Kompresi pakaian yang bekerja untuk membakar dan menghilangkan lemak
  • Pijat manual yang fokusnya untuk pengurusan
  • Pressotherapy
  • Gelombang kejut
  • Mesotherapy
  • Radio frequency
  • Sedot lemak. Namun, perlu juga diketahui bahwa sedot lemak tidak selalu ampuh. Sedot lemak bukanlah solusi sebenarnya dan dalam banyak kasus bisa berdampak negatif bagi penderita, karena lemak akan muncul kembali seiring berjalannya waktu
  • Banyak pasien melihat hasil penghilangan lemak yang baik dengan berenang.

Pada dasarnya adalah bagaimana menemukan strategi yang paling sesuai untuk setiap penderita, sementara menggunakan pendekatan psikologi dengan optimisme dan menerima perubahan yang disebabkan oleh penyakit ini masih bukan solusi yang efektif.

Share is caring!