Bahaya Memakai Pakaian yang Terlalu Ketat

By - 22/03/2017

Bahaya Memakai Pakaian yang Terlalu Ketat – Para wanita paling sering menggunakan pakaian ketat, mereka menggunakan pakaian ketat biasanya untuk menunjukkan kaki indahnya dan agar mereka terlihat lebih seksi. Meski begitu, mengenakan pakaian ketat menyebabkan masalah kesehatan tertentu. Pada artikel ini, kami akan membahas tentang dampak kesehatan akibat menggunakan pakaian yang terlalu ketat.

bahaya kesehatan memakai pakaian yang terlalu ketat

Image: tarbiyah.net

Resiko mengenakan celana jeans ketat

Kita mungkin menganggap masalah ini hanya berhubungan dengan wanita. Namun, semakin banyak pria yang perduli dengan penampilan mereka dan memilih mengenakan pakaian ketat, maka pria juga akan terkena dampak buruk dari kebiasaan ini. Pakain ketat dapat merubah postur tubuh kita, menghambat sirkulasi aliran darah dan mengurangi kesuburan.

Beberapa bahaya dari kebiasaan memakai celana ketat adalah terjadinya infeksi pada vagina. Hal ini disebabkan karena kain yang digunakan untuk membuat celana atau celana dalam tidak memberi ruang bagi kulit untuk bernafas.

Adanya Bakteri dan kelembaban pada tingkat yang lebih tinggi dari kondisi normal menyebabkan perubahan PH pada vagina dan mengakibatkan infeksi.

Menghambat sirkulasi darah

Saat pakaian yang dipakai sangat ketat, maka darah tidak dapat bersirkulasi secara normal. Hal ini sering terjadi di kaki karena memakai celana ketat selama berjam-jam.

Varises

Jika kita masih memakai “skinny jeans” atau pakaian ketat dalam waktu yang lama, pembuluh darah malah akan membesar (varises). Akibatnya, pembuluh darah tidak mampu melakukan tugas memompa darah ke jantung.

Masalah postur tubuh

Beberapa wanita memakai ukuran pakaian yang lebih kecil dari yang seharusnya agar terlihat lebih kurus atau karena menyukai gayanya. Gaun atau bra yang terlalu kecil dapat melukai punggung wanita dan mempengaruhi tulang belakang. Hal ini juga bisa menyebabkan postur bahu, leher dan kepala yang salah.

Baca juga: 8 Cara Mudah Turunkan Risiko Kanker Payudara

Pencernaan yang buruk

Jika anda memakai pakaian yang sangat ketat, anda mungkin akan merasa tidak nyaman setelah makan. Jadi, anda perlu memilih pakaian yang lebih longgar agar pencernaan tidak terpengaruh.

Saat makan perut melebar dan membutuhkan lebih banyak tempat. Jika mengabaikannya, anda bisa menderita gangguan pencernaan asam, refluks, atau mual.

Sulit bernafas

Jika pakaian terlalu ketat, dada, paru-paru dan diafragma tidak dapat bekerja dengan baik sesuai fungsinya. Bila sistem pernafasan tidak berfungsi dengan benar, tubuh tidak bisa menghilangkan karbondioksida dan sel-sel yang sudah tua. Karena itu, sebaiknya jangan memakai bra ketat atau kaos oblong yang menekan tubuh.

Selulitis

Meski pakaian ketat tidak akan langsung menimbulkan masalah pada kulit, tapi memakainya dapat memperburuk masalah kulit yang sudah ada sebelumnya. Bila kulit tidak memiliki ruang untuk bergerak dengan nyaman, maka kulit tidak bisa menghilangkan racun. Jika anda menderita selulitis, perhatikan celana yang anda kenakan.

Masalah saraf

Skinny jeans dapat menyebabkan sindrom yang dikenal sebagai meralgia paresthetica. Meralgia paresthetica adalah kondisi yang ditandai oleh kesemutan, mati rasa dan nyeri terbakar di bagian luar paha. Hati-hati jika anda menggunakan celana ketat dalam waktu yang lama.

Nyeri otot

Pakaian bisa membatasi kebebasan kita untuk melakukan gerakan tertentu dan membuat kita merasa tidak nyaman. Kita bisa berjalan seperti robot atau memiliki postur tubuh yang buruk dan membuat kita mengalami nyeri otot di kemudian hari. Pakaian ketat juga dapat menyebabkan ketegangan atau sensasi berat di berbagai bagian tubuh kita.

Sembelit

Sering kali ketika sembelit, kita menyalahkan makanan berat yang kita makan, tapi makanan bukan satu-satunya penyebab sembelit.

Pakaian yang dipakai juga bisa menjadi penyebab sembelit. Bila celana atau rok terlalu ketat, usus tidak bisa melakukan fungsinya dengan maksimal.

Retensi cairan

Pakaian yang terlalu ketat menyebabkan pembengkakan pada betis dan kaki karena sistem getah bening tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Retensi cairan bukan hanya karena mengkonsumsi terlalu banyak garam atau tidak cukup minum air putih, tapi juga karena celana ketat yang sering dipakai.

Baca juga: Cara Sehat Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Tips untuk menghindari pakaian yang sangat ketat

Kini setelah anda tahu akibat mengenakan pakaian yang terlalu ketat, saatnya melihat-lihat lemari anda dan menghindari masalah kesehatan yang akibat memakai pakaian yang terlalu ketat.

Berikut adalah beberapa tipsnya:

  • Jika suka memakai celana ketat, pakailah legging. Celana ini ringan dan tidak menekan kaki
  • Beli pakaian yang sesuai dengan ukuran pinggang anda. Sering kali wanita lebih membeli celana yang lebih bagus modelnya tanpa memperhitungkan ukurannya
  • Saat membeli pakaian dalam, pilih celana dalam yang terbuat dari kain katun untuk menyerap keringat yang muncul di daerah itu
  • Jika anda harus menghabiskan berjam-jam memakai hal yang sama (misalnya saat bekerja), pilihlah pakaian yang nyaman dan tidak kencang
Share is caring!